Makalah
MAKALAH
RANCANGAN PENELITIAN

Disusun Oleh :
Matakuliah : Metodologi Penelitian
Kelas : Otonomi Manajemen JmSp
Semester : V (Lima)
Disusun Oleh :



Nama : M. Dwi Sulistyo Nama : Nelson Siregar Nama : Erfans Kurniawan
NPM : 1810075612076 NPM : 1810075612179 NPM : 1810075612067
Dosen Pengampu :
Dr. Musnaini, S.E., M.M.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2020
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya semata sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “RANCANGAN PENELITIAN” tepat pada waktunya.
Ucapan terimakasih kepada dosen yang
telah membimbing perkuliahan ini yang nantinya kami sangat mengharapkan kritik,
saran dan motivasi demi tercapainya makalah yang berkualitas, ucapan ini kami
sampaikan kepada Dosen Pengampu : Dr. Musnaini, S,E., M.M.
Sekalipun penulis makalah ini telah
selesai sesuai dengan yang diharapkan, kami sebagai manusia biasa sangat
menyadari banyak sekali kelemahan-kelemahan serta kekurangan dalam hal
penulisan dan penyusunan makalah ini, karena bagaimanapun juga tak ada gading
yang tak retak begitu juga dengan Makalah ini.
Harapan kami, semoga tulisan ini
bermanfaat bagi seluruh kalangan dan dicatat sebagai amal soleh.
Jambi, Oktober 2020
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1
1.1.Latar
Belakang................................................................................................................... 1
1.2.Rumusan
Masalah............................................................................................................... 1
1.3.Tujuan
Penulisan................................................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN....................................................................................................... 2
2.1. Pengertian
Rancangan Penelitian...................................................................................... 2
2.2. Cara
Menyusun Kerangka Penelitian pada sebuah Artikel............................................... 3
BAB
III PENUTUP .............................................................................................................. 6
3.1. Kesimpulan........................................................................................................................ 6
Daftar
Pustaka ..................................................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam
melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat Rancangan
Penelitian. Rancangan atau desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti
yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara
benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa rancangan
yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik
karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas.
Agar
tercapai pembuatan rancangan penelitian yang benar, maka peneliti perlu
menghindari sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara
keseluruhan.
Setelah
menemukan permasalahan yang akan diteliti, maka langkah selanjutnya adalah
merumuskan rancangan penelitian. Dalam rancangan penelitian tersebut, akan
tergambar langkah-langkah operasional yang akan dilakukan selama tahapan
penelitian.
Pada
makalah ini kami mencoba membahas tentang sebuah artikel yang berjudul
“Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian
Sepeda Motor Merek HONDA di Kawasan Surabaya Barat” yang mungkin bisa dijadikan
rujukan dalam membuat Rancangan Penelitian.
1.2. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian rancangan penelitian ?
2. Bagaimana
cara menyusun kerangka rancangan penelitian pada sebuah artikel?
1.3. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui apa itu rancangan penelitian.
2. Untuk
mengetahui bagaimana cara menemukan kerangka penelitian pada artikel.
BAB
II
PEMBAHASAN
1.1. Pengertian Rancangan Penelitian
Rancangan
penelitian ialah pendekatan sistematis yang digunakan peneliti untuk melakukan
studi ilmiah. Ini merupakan sinkronisasi keseluruhan komponen dan data yang
diidentifikasi menghasilkan hasil yang masuk akal.
Rancangan
penelitian dapat juga dikatakan sebagai skema atau bagan karena rencana itu
memuat peta kegiatan yang akan dilaksanakan dan digunakan sebagai petunjuk.
Menurut
Margono, (2010:100) Rancangan itu adalah alur kegiatan peneliti dalam
memecahkan masalah. Disusun secara matang dan cermat sehingga nantinya akan
sangat membantu peneliti maupun orang yang membaca hasil penelitiannya dalam
memahami masalah serta cara mengatasinya.
Menurut
Soegeng dalam Tahir (2015:51) Rancangan penelitian adalah langkah-langkah
penelitian yang terstruktur, ekonomis dan sesuai dengan tujuan penelitian
sehingga data-data yang didapatkan adalah data yang akurat.
Menurut
Sukardi (2003:69), Perencanaan penelitian yaitu bayangan untuk seorang peneliti
tentang apa yang akan kita lakukan saat penelitian dan menemukan cara mengatasi
masalah yang menjadi objek penelitiannya.
Kerlinger
dan Lee dalam Setyosari (2010:170) mengemukakan bahwa kegunaan rancangan
penelitian yang pertama adalah pedoman dalam mengatasi suatu permasalahan.
Kedua adalah mengontrol atau mengendalikan variabel yang saling berhubungan,
variabel apa yang harus dilakukan.
Dari
pemaparan diatas rancangan penelitian merupakan rencana awal dalam menyusun
sebuah penelitian agar bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca/ masyarakat
umum. Dalam pembahasan Rancangan Penelitan kami mengambil sebuah judul artikel
dengan judul, yaitu : “Pengaruh
Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor
Merek HONDA di Kawasan Surabaya Barat”.
1.2.
Kerangka Rancangan Penelitian dari Sebuah Artikel
Kerangka merupakan susunan sistematis dari awal hingga akhir pada
sebuah penulisan penelitian. Adapun kerangka rancangan pada sebuah artikel :
1.
Judul Penelitian
“Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen
Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek HONDA di Kawasan
Surabaya Barat”
Judul Penelitian merupakan
permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul juga merupakan nama yang
dipakai untuk perincian atau penjabaran dari topik yang akan dibahas.
2.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari pada
artikel ini adalah menemukan dan mencari kebenaran tentang Motivasi, persepsi
sertas Sikap Konsumen Terhadap Pembelian Motor HONDA di Kawasan Surabaya Barat.
3.
Tujuan Penelitian
Diambil dari Artikel yang berjudul diatas “Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian”
Tujuan Penelitian secara umum
adalah :
a.
Untuk memperoleh
pengetahuan atau penemuan baru.
b.
Untuk membuktikan
atau menguji kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada.
c.
Untuk
mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.
4.
Tinjauan
Kepustakaan
“Menurut Swasta dan
Handoko (2000:58);
Faktor internal yang dapat mempengaruhi perilaku
konsumen antara lain 1) Motivasi dan 2) persepsi.”
“Sedangkan menurut Schiffman
dan Kanuk
(2000:69); motivasi merupakan
kekuatan penggerak
dalam diri
seseorang yang memaksanya
untuk bertindak.”
“Menurut Robbins
(2006:169) sikap adalah pernyataan-pernyataan atau penilaian evaluatif berkaitan
dengan obyek,orang atau suatu peristiwa.”
Tinjauan
Kepustakaan merupakan ringkasan komprehensif dari penelitian sebelumnya tentang
suatu topik. Dari tinjauan kepustakaan diatas memotivasi, presepsi dan sikap
harus dipahami oleh seorang penjual sepeda motor merek Honda.
5.
Hipotesis
“Motivasi, persepsi, sikap konsumen berpengaruh terhadap
keputusan pembelian, persepsi konsumen
berpengaruh terhadap keputusan
pembelian, dan sikap konsumen berpengaruh terhadap
keputusan pembelian”
Dari
kutipan diatas hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang
masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis
diatas dikatakan benar apabila konsumen membeli sepeda motor yang dijual.
6.
Sampel atau Subjek Penelitian
“Teknik pengambilan
sampel yang
digunakan adalah random sampling (Secara Acak) pada masyarakat pembeli dan
pengguna sepeda motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya
Barat.”
Sampel
Penelitian adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah
penelitian. Dari artikel tersebut yang dimaksud sampel penelitian adalah
masyarakat pembeli dan pengguna sepeda motor.
7.
Variabel Penelitian
“Independent Variable
Dalam penelitian ini variable bebas ada
tiga, sebagai berikut
·
Motivasi
Konsumen (X1)
·
Persepsi
Konsumen (X2)
·
Sikap Konsumen
(X3)
Dependent Variable
·
Keputusan
Pembelian (Y)”
Variabel
Penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian.
Jadi variabel dalam artikel penelitian diatas adalah Motivasi konsumen,
Persepsi Konsumen, Sikap Konsumen serta Keputusan Pembelian pada sepeda motor
merek Honda.
8.
Metode Pengumpulan Data
Metode
yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara. Dimana konsumen
ditanya pada saat akan membeli sepeda motor merek Honda di Surabaya Barat.
9.
Metode Analisis Data
Untuk perhitungan statistic dalam
penelitian ini digunakan program SPSS adapun teknik analisis data diuraikan
sebagai berikut :
·
Analisis Regresi
Linier Berganda
·
Koefisien
Deteminasi Berganda (R2)
·
Koefisien
Korelasi Berganda (R)
·
Koefesien
Korelasi Parsial (r)
Metode
Analisis Data merupakan tahapan proses penelitian dimana data yang sudah
dikumpulkan di manage (diatur) untuk diolah dalam rangka menjawab rumusan
masalah.
10.
Penulisan Laporan
Menyampaikan
informasi yang bersifat factual tentang sesuatu dari satu pihak ke pihak lain.
Dengan kata lain, penulisan laporan menyangkut tiga hal, yaitu (1) apa yang
dilaporkan, (2) siapa yang melapor dan (3) kepada siapa laporan itu
disampaikan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Rancangan penelitan adalah
pendekatan sistematis yang digunakan peneliti untuk melakukan studi ilmiah. Ini
merupakan sinkornisasi keseluruhan komponen dan data yang diidentifikasi
menghasilkan hasil yang masuk akal. Rancangan Penelitian juga bisa dikatakan
sebagai skeme atau bagan karena rencana itu memuat peta kegiatan yang akan
dilaksanakan dan digunakan sebagai petunjutk dalam penelitian.
Rancangan penelitian harus jelas,
terarah, dan mudah dipahami oleh si pembaca agar hasil penelitiannya diminati
dan menjadi referensi bagi masyarakat umum.
Dari contoh artikel diatas rancangan
penelitian harus memiliki Judul, Rumusan masalah, Tujuan, Tinjauan Pustakaan,
hipotesis, sampel atau subjek, variabel penelitian, metode pengumpulan data,
metode analisis data dan penulisan laporan. Ini semua harus berurut agar
pembaca bisa mudah memahami artikel yang dibuat.
Contoh Sebuah
Artikel :
Pengaruh
Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di Kawasan
Surabaya Barat
Dewi Urip Wahyuni
Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Fatahillah Surabaya
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap
keputusan pembelian. Satuan unit/obyek analisis penelitian ini adalah konsumen atau pembeli
dan pengguna sepeda
motor merek Honda di Kawasan Surabaya Barat. Dari hasil penelitian diketahui
bahwa motivasi, persepsi,
sikap konsumen berpengaruh secara
positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian
sepeda motor merek Honda. Manfaat penelitian ini
dapat dipakai sebagai informasi
dalam usaha untuk meningkatkan
volume penjualan melalui perilaku konsumen.
Kata
kunci: motivasi, persepsi, sikap konsumen dan keputusan
pembelian.
ABSTRACT
The
purpose
of
this
research
is
to find out and to analysis the effect of motivation, perception and consumer’s attitude
through purchasing decision. The object of this research is “HONDA” a
motorcycle’s brand’s users and buyers around west Surabaya. Based on the result of
this research is known that
motivation, perception and customer’s attitude influence Honda purchasing
with positively and significantly through purchasing decision Honda a motorcycle brand. The benefit
of this research is used
as a source of information for increasing sales volume
amount through consumer’s behavior.
Keywords: motivation, perception,
consumer’s attitude and purchasing decision
PENDAHULUAN
Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk mempunyai
strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Mengingat perkembangan teknologi yang makin dinamis,
manusia dituntut
dengan cepat dan tepat untuk bertindakagar tidak kalah bersaing. Menurut Kotler (2002:34), dalam meningkatkan persaingan
masing-masing perusahaan harus dapat memenang-
kan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah.
Seiring dengan perkembangan jaman dan sema- kin meningkatnya kebutuhan alat transpotasi mem- bawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama di bidang sepeda motor, yang mana sangat dibutuhkan oleh banyak orang selain harganya terjangkau dan mudah perawatannya. Saat ini banyak sekali bermunculan merek sepeda motor dengan berbagai model, desain, memberikan kualitas yang bagus dan harga yang cukup bersaing. Bagi peru- sahaan yang bergerak di bidang otomotif hal ini merupakan suatu peluang untuk menguasai pangsa
pasar. Salah satu merek yang digemari oleh sebagian masyarakat sejak dahulu adalah merek Honda. Untuk menghadapi persaingan tersebut produk Honda selalu menciptakan
penemuan-penemuan baru
yang mana disesuaikan dengan perkembangan jaman dan keinginan dari masyarakat agar produknya tetap laku.
Produk yang ditawarkan oleh perusahaan dapat menjadi salah satu pembentukan motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian. Disamping itu kemudahan untuk mendapatkan alat transpotasi jenis sepeda motor saat ini sangat mudah karena program pem-
berian kredit bisa dilakukan dengan uang muka yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Perilaku konsumen
dipengaruhi olek faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendapatan. Berdasarkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alat trans- portasi pribadi berupa sepeda
motor dan meningkat- nya persaingan untuk merebut konsumen maka penulis tertarik untuk meneliti
“Pengaruh Motivasi,
Persepsi, dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.” Berdasarkan latar bela- kang yang ada, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: apakah ada pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan
pembelian sepeda motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.?
Sedangkan tujuan penelitian
yang diharapkan oleh peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.
Merujuk pada latar belakang dan rumusan masalah, dibutuhkan teori yang mendukung kebe- radaan masing-masing variabel yang diteliti. Pene- litian terdahulu dilakukan oleh Sanjaya (2007); tentang pengaruh persepsi dan sikap terhadap kepu- tusan pembelian Mobil Daihatzu Xenia di Surabaya, hasil penelitian menjelaskan bahwa ada pengaruh yang signifikan persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian.Seseorang dalam kehidupannya akan dipacu untuk memenuhi kebu- tuhan dan keinginannya
berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan tersebut berupa barang
primer maupun barang sekunder. Mengingat makin berkembangnya daerah permukiman yang jauh dari pusat kota maka makin dibutuhkan sarana transportasi pribadi yang cukup efektif bagi keluarga. Saat ini kebutuhan transpotasi pribadi jenis roda dua khususnya sepeda motor sudah menjadi kebutuhan
masyarakat umum. Kebutuhan masyarakat tersebut ditangkap oleh pengusaha sebagai peluang untuk mengembangkan kinerja bisnisnya dengan melakukan pengamatan kepada perilaku konsumen. Kinerja bisnis akan tercapai dengan baik apabila unit pemasaran bekerja dengan maksimal dalam usaha memperoleh konsu- men yang potensial. Menurut Sigit (2002:6); pema-
saran adalah semua kegiatan usaha yang diperlukan untuk
mengakibatkan terjadinya pemindahan pemilikan barang atau jasa dan untuk menyeleng- garakan distribusi fisiknya sejak dari produsen awal sampai konsumen akhir. Sedangkan Swasta, Han- doko (2000:6) menyatakan bahwa
terdapat falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen atau berorientasi pada konsumen (Consumer Oriented), hal ini berbeda dengan pandangan yang terdahulu
bahwa pemasaran berorietasi kepada produk, penjualan dan keuangan perusahaan.
Sehubungan dengan keberadaan
konsumen dan beraneka ragam perilakunya maka produsen harus
benar-benar tanggap untuk melakukan pengamatan terhadap apa yang menjadi keinginannya.
Menurut Solomon et al. (2002:6); Consumer
behavior is the study of the proceses involved when
individuals or groups select, purchase use or dispose of
products,
services, ideas, or experiences to satisfy needs and desires. Jadi
pada dasarnya
pengusaha mempunyai
kewajiban untuk memenuhi dan memuaskan konsumen melalui produk yang ditawarkan. Faktor – faktor yang dapat
mempengaruhi konsumen ada dua
hal yaitu faktor internal dan eksternal.
Menurut Swasta dan Handoko
(2000:58); Faktor internal yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen antara lain
:1) motivasi dan 2) persepsi. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk (2000:69); motivasi adalah The Driving force with in individual that impels then to action.Motivasi
merupakan kekuatan penggerak dalam diri seseorang yang memaksanya untuk bertindak. Sedangkan Handoko (2001:225) mengata- kan bahwa motivasi adalah suatu
keadaan dalam pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tertentu guna mencapai tujuan. Dalam bidang pemasaran Sigit (2002:17) menjelas- kan bahwa motivasi pembelian adalah pertimbangan- pertimbangan dan pengaruh yang mendorong orang untuk melakukan pembelian.
Dalam motivasi pembelian terbagi menjadi motivasi rasional dan emosional. Motivasi rasional adalah pembelian yang didasarkan kepada kenyataan- kenyataan yang ditunjukkan oleh produk kepada konsumen dan merupakan atribut produk yang fungsional serta obyektif keadaannya
misalnya kualitas produk, harga produk, ketersediaan barang, efisiensi kegunaan barang tersebut dapat diterima. Sedangkan
motivasi emosional dalam pembelian berkaitan dengan perasaan, kesenangan yang dapat ditangkap oleh pancaindera misalnya dengan me- miliki suatu barang tertentu
dapat meningkatkan status sosial, peranan merek menjadikan pembeli menunjukkan status ekonominya dan pada umumnya bersifat subyektif dan simbolik. Pada saat seseorang akan mengambil keputusan untuk membeli suatu produk tentunya akan dipengaruhi oleh kedua jenis motivasi tersebut yaitu motivasi rasional dan emosional.
Disamping motivasi mendasari seseorang untuk melakukan
keputusan
pembelian
maka
akan di-
pengaruhi
juga
oleh persepsinya
terhadap apa yang diinginkan. Konsumen akan menampakkan perilaku- nya setelah melakukan persepsi
terhadap keputusan apa yang akan diambil dalam membeli suatu produk. Menurut Schiffman dan Kanuk (2000:146) Percep- tion
is process
by which
an individuals
selects, organizers, and interprets stimuli
into the
a meaningfull and coherent
picture of the world. Kurang
lebihnya bahwa persepsi merupakan suatu proses yang membuat
seseorang untuk memilih, mengorganisasikan dan menginterprestasikan
rang- sangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu
![]()
gambaran yang berarti dan lengkap tentang dunianya.
Sedangkan Kotler dan
Amstrong (1996:156)
menge- mukakan bahwa dalam keadaan yang sama, persepsi seseorang terhadap suatu produk
dapat berbeda-beda,
hal ini disebabkan oleh adanya proses seleksi terhadap berbagai stimulus yang ada. Pada hakekatnya persepsi akan berhubungan dengan perilaku seseorang dalam mengambil keputusan terhadap apa yang dikehen- daki. Salah satu cara untuk mengetahui perilaku konsumen adalah dengan menganalisis persepsi konsumen terhadap produk. Dengan persepsi konsu- men kita dapat mengetahui hal–hal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, kesempatan ataupun ancaman bagi produk kita.
![]()
![]()
![]()
![]()
Selain persepsi akan muncul pula
sikap seseorang dalam menilai suatu
obyek yang akan diminati dan untuk dimiliki. Sikap sebagai suatu evaluasi yang menyeluruh
dan memungkinkan seseorang untuk merespon
dengan cara yang menguntungkan atau tidak terhadap obyek yang dinilai. Menurut Robbins (2006:169) sikap
adalah pernyataan-pernyataan atau penilaian evaluatif berkaitan dengan obyek,orang atau suatu
peristiwa. Sedangkan menurut Simamora (2002:14) bahwa di dalam
sikap terdapat tiga kom- ponen
yaitu 1) Cognitive component: kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang obyek.Yang dimaksud obyek adalah
atribut produk, semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek suatu produk
maka keseluruhan komponen kognitif
akan mendukung sikap secara keseluruhan. 2) Affective
component : emosional yang merefleksikan perasaan seseorang terhadap suatu obyek, apakah obyek tersebut
diinginkan atau disukai.
3) Behavioral component: merefleksikan kecenderungan dan perilaku aktual terhadap suatu obyek, yang mana
komponen ini menunjukkan
kecenderungan melaku- kan
suatu tindakan. Menurut Loudan dan Delabitta
(2004:217); komponen kognitif merupakan
keperca- yaan terhadap merek, komponen afektif merupakan evaluasi
merek dan komponen kognatif
menyangkut maksud atau
niatan untuk membeli. Hubungan ketiga tersebut dapat digambarkan seperti pada Gambar 1.

Proses pengambilan keputusan pembelian
pada setiap orang pada dasarnya
adalah sama, hanya saja semua
proses tersebut tidak semua dilaksanakan
oleh para konsumen. Berdasarkan tujuan pembelian,
kon- sumen dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu
konsumen akhir atau
individual dan konsumen
organisasional atau konsumen
industrial. Konsumen akhir terdiri atas individu dan rumah
tangga yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk
dikonsumsi. Sedangkan konsumen
organisa- sional terdiri atas organisasi,
pemakai industri, peda- gang
dan lembaga non profit,
tujuan pembeliannya adalah untuk keperluan bisnis atau
meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Perilaku konsumen
dalam
proses
pengambilan
keputusan untuk melakukan pembelian akan diwarnai oleh ciri kepribadiannya, usia, pendapatan dan gaya hidupnya. Menurut
Kotler
(2000:170-176) konsumen dalam melakukan keputusan pembelian ada lima tahapan yaitu: 1) pengenalan masalah, 2) pencarian
informasi, 3)
evaluasi
alternatif,
4) keputusan pembelian, 5) perilaku pasca pembelian. Tahapan tersebut dapat
digambarkan seperti Gambar 2.
![]()

Gambar 1. Hubungan
Antara Ketiga Komponen
Sikap
![]()
![]()
Gambar 2. Model Proses Keputusan
Pembelian
Kerangka Konseptual
Hipotesis
Motivasi,
persepsi, sikap konsumen berpengaruh terhadap
keputusan pembelian
persepsi konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian sikap
konsumen berpengaruh terhadap
keputusan pem- belian
METODE
PENELITIAN
Desain Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah serta karakteristik obyek yang diteliti dapat diklasi- fikasikan sebagai penelitian yang menggunakan hipotesis. Penelitian ini berdasarkan fakta yang ada di masyarakat tentang pemilihan alat transpotasi roda dua yaitu sepeda motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat.
Jenis dan Sumber
Data
Jenis data yang digunakan adalah data interval, dinyatakan dalam angka mulai dari skala terkecil sampai dengan yang terbesar, selain itu mempunyai jarak yang sama antara angka yang satu dengan angka yang lainnya (1= sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 =
sangat setuju).Sedangkan sumber data yang digunakan adalah bersifat primer.
Data diperoleh melalui kuisioner yang
disebarkan kepada responden di Kawasan Surabaya Barat yang terdiri
dari tujuh kecamatan yaitu Kecamatan
Asemrowo, Sukomanunggal, Tandes, Benowo, Pakal,
Lakarsantri dan Sambikerep.
Identifikasi Variabel
Independent Variable:
Dalam penelitian ini variabel bebas ada tiga sebagai
berikut:
- Motivasi Konsumen (X1)
- Persepsi Konsumen (X2)
- Sikap Konsumen (X3)
Dependent
Variable
- Keputusan Pembelian (Y)
Definisi
Operasional
Motivasi Konsumen
: Adalah
kekuatan penggerak
dalam diri konsumen yang memaksa bertindak untuk memenuhi apa yang diingin- kan atau dibutuhkan
Persepsi
Konsumen : Tanggapan konsumen terha-
dap keberadaan suatu obyek atau produk yang menjadi pilihannya
Sikap Konsumen : Penilaian evaluatif konsumen
terhadap suatu obyek atau produk yang diminati
Keputusan Pembelian:
Pilihan akhir yang dilakukan
oleh konsumen dalam me- menuhi keinginan atau ke-
butuhannya
Teknik
Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling pada masyarakat pembeli dan pengguna sepeda motor Merek
“Honda” di Kawasan Surabaya Barat. Jumlah
sampel mengguna- kan sampel besar yaitu > 30 (Djarwanto, 1999 : 4) yaitu 125
orang. Menurut Nazir (1998:221) jumlah sampel ditetapkan atas pertimbangan pribadi, dengan
catatan bahwa sampel tersebut cukup mewakili populasi
dengan pertimbangan biaya dan
waktu.
Teknik
Analisis Data
Untuk perhitungan statistik dalam penelitian ini digunakan program SPSS adapun teknik analisis data diuraikan sebagai berikut:
- Analisis Regresi Linier Berganda
- Koefisien Determinasi Berganda (R2)
- Koefisien Korelasi Berganda ( R )
- Koefisen Korelasi Parsial ( r )
PEMBAHASAN HASIL
PENELITIAN
Uji Validitas
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstrak.
Menurut Azwar (2001:67);
pengujian validitas
konstrak diutamakan
dalam pengembangan dan
evaluasi terhadap
suatu konsep dan teori.Validitas digunakan untuk menguji kesahih- an atau ketepatan alat ukur, apakah memperoleh informasi sesuai dengan yang diharapkan. Dari perhitungan yang ada didapatkan hasil sebagai berikut pada lampiran Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4. Dari tabel validitas Motivasi,
Persepsi, Sikap Kon-
sumen dan Keputusan Pembelian dapat menjelaskan bahwa pertanyaan yang ada di dalam variabel tersebut dinyatakan valid dan tidak ada yang gugur (tingkat signifikan = 0,05, nilai sig.2-tailed = 0,000 < = 0,05) dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.
Uji reliabilitas
Uji realibilitas dimaksudkan untuk menunjukkan tentang sifat suatu alat ukur apakah cukup akurat, stabil atau konsisten dalam mengukur apa yang ingin diukur. Perhitungan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS 11,0 dengan menggunakan metode konsistensi internal melalui teknik analisis varian dari Alpha Cronbach ( > 60%). Hasil uji realibilitas keempat variabel dapat digambarkan
sebagi berikut dalam lampiran Tabel 5, Tabel
6, Tabel 7, Tabel 8.
Dari tabel Relibilitas Motivasi, Persepsi, Sikap Konsumen dan Keputusan pembelian hasilnya koefisien cronbach Alpha lebih besar dari 60 % (0,60)
artinya semua pertanyaan yang ada
pada masing- masing variabel tidak ada yang
tidak reliabel dan dapat
digunakan untuk analisis selanjutnya.
Analisis Regresi Linier Berganda
Persamaan garis linier berganda dihitung untuk mencari hubungan dan pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Berdasarkan pengo- lahan pada program SPSS 11,0 maka persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut:
Y = 7,380 + 0,393 X1 + 0,142X2 + 0,037 X3
dimana:
Y = Keputusan Pembelian
X1 = Motivasi Konsumen X2 = Persepsi
Konsumen X3 = Sikap Konsumen
Persamaan regresi berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Kostanta positif
sebesar
7,380 mempunyai arti keputusan pembelian akan meningkat sebesar 7,380 jika variabel motivasi, persepsi dan sikap konsumen konstan. Sedangkan koefisen regresi pada Motivasi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 0,393 dan persepsi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 0,142 serta variabel sikap berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 0,037. Hasil Regresi
dapat disajikan sebagai
berikut dalam
lampiran Tabel 9, Tabel 10.
Koefisen determinasi berganda (R2) sebesar 0,947 menunjukkan bahwa sumbangan
efektif variabel motivasi, persepsi dan sikap konsumen secara signifikan terhadap
keputusan pembelian sebesar 94,7 % sedangkan sumbangan dari variabel
lain sebesar 5,3 persen. Dengan menggunakan taraf signifikan ()
= 5 % diperoleh F hitung = 730,302
lebih besar dar F tabel
2,427, jadi secara bersama-
sama terdapat pengaruh secara signifikan variabel motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian. Sedangkan koefisen korelasi berganda (R) sebesar
0,973 dapat diartikan bahwa antara variabel Motivasi, persepsi dan sikap
konsu- men secara
signifikan mempunyai hubungan yang baik terhadap keputusan pembelian
Koefisien korelasi
parsial (r) digunakan untuk mengukur keeratan hubungan
variabel bebas moti-
vasi, persepsi dam sikap konsumen secara parsial terhadap variabel terikat. Berdasarkan uji – t dengan taraf signifikan
() = 5% didapatkan hubungan varia-
bel bebas dengan variabel terikat sebagai berikut: motivasi terhadap
keputusan pembelian sebesar 16,70%. Persepsi terhadap keputusan pembelian sebesar
16,63% dan sikap terhadap keputusan pembelian sebesar
16,09%. Dalam hal ini yang paling
erat hubungan variabel bebas dengan variabel terikat adalah motivasi konsumen setelah
itu persepsi konsumen.
Dari analisis data ternyata secara bersama-sama variabel
motivasi, persepsi dan sikap konsumen berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan
pembelian hal ini ditandai oleh adanya T hitung lebih besar
dari t tabel 730,302 > 2,427 Sig. = 0,000 lebih
kecil dari dengan = 0,05 seperti yang dikatakan oleh Kotler, Amstrong
(2003 : 200) unsur
yang terdapat pada pribadi konsumen
memberi rangsangan untuk melakukan keputusan pembelian, unsur yang dimak-
sud adalah dorongan, persepsi dan sikap terhadap
kebutuhan yang harus
dipenuhi. Pengaruh secara
bersama-sama ini diperkuat dengan pengaruh secara
parsial
melalui uji t yang mana masing-masing T hitung dari variabel
bebas lebih besar dari t tabel dengan
rincian sebagai berikut: T hitung.
Motivasi = 2,072 Persepsi = 2,159 dan
Persepsi = 2,153 lebih
besar dari t tabel = 1,975. Berdasarkan
analisis data, maka
terjawab bahwa hipotesis yang mengatakan
motivasi, persepsi dan sikap
konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada sepeda motor
Merek HONDA di kawasan
Surabaya Barat terbukti
kebenarannya.
KESIMPULAN
Motivasi dalam diri akan mempengaruhi sese- orang (konsumen) dalam melakukan pembelian karena didasarkan pada dorongan yang dimiliki misalnya penilaian terhadap
kualitas, harga, kenya-
manan pemakaian terhadap barang yang dibutuhkan. Peran persepsi konsumen akan mempengaruhi pula terhadap keputusan pembelian, hal ini wajar karena setiap orang akan memiliki persepsi yang
berbeda-beda terhadap suatu objek oleh karena itu keputusan pembelian akan
cepat terlaksana apabila muncul persepsi positif terhadap barang yang akan
dibelinya. Persepsi tersebut dapat berupa penilaian terhadap apa saja yang
melekat pada suatu produk yang dapat menimbulkan kepuasan dan kenyamanan pada
konsumen. Sikap merupakan stimulus yang dapat menyebabkan konsumen tertarik
membeli suatu barang, tentunya sikap yang muncul adalah yang positif misalnya :
kepercayaan, emosional untuk memiliki suatu barang dengan kesadaran tinggi
terhadap untung dan ruginya. Menurut Guiltinan, paul (2001:423) mengatakan
bahwa konsumen akan menjatuhkan pilihannya terhadap barang yang dibeli didorong
oleh lingkungan teknologi, budaya dan ekonomi yang terjadi.
Implikasi
Bagi pengusaha atau produsen sepeda
motor Merek Honda harus selalu memperhatikan perilaku konsumen yang setiap saat
akan berubah-ubah karena tuntunan gaya hidup, kenyamanan dan keamanan serta
citra pemakainya. Untuk mempertahankan posisi di pasar, harus selalu melakukan
market research terhadap produk pesaing yang beredar di pasar dan harga yang
ada serta adanya program paket-paket yang dapat menarik konsumen. Menurut
Muhammad (2004:122) dalam mengantisipasi kondisi pasar dapat menggunakan growth
strategy yaitu mengembangkan pasar yang telah dimiliki jika pangsa pasar yang
ada masih luas. Hal yang harus menjadi perhatian adalah kepuasaan konsumen pada
pasca pengambilan keputusan untuk membeli produk yang kita tawarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Syaifuddin, 2001, Reliabilitas dan Validitas, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Djarwanto,
1999, Statistik Nonparametrik, BPFE
Yogyakarta.
Guiltinan,
Joseph P, Paul, Gordon W. 2001,
Manajemen
Pemasaran,
Strategi dan Program.
Handoko,
Hani, 2001, Manajemn Personalia dan
Sumber Daya Manusia Edisi Ketujuh, Yoyakarta, Penerbit BPFE.
Kotler, Philip, 2000, Marketing
Management:
Analy- sis, Planning, Implementation and Control,
Ninth Edition, Prentice Hall, Inc, Upper Saddle River, New Jersey.
Kotler, Philip, Amstrong, Garry 1996, Priciple of Marketing, Ninth Edition, Prentice Hall, Inc Upper Saddle
River, New Jersey.
Loudon, David L and Albert J. Della Bitta, 2004, Consumer Behavior Consepts and Appications.
Third Edition Singapore, MC Graw Hill Inc.
Muhammad Suwarsono, 2004, Manajemen Strategik, Konsep dan kasus,
Edisi ketiga, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Nazir, 1998, Pengantar Metode Statistika Cetakan ke Sembilan, Lembaga Penelitian
Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, Jakarta.
Robbins, Stephen, 2006, Perilaku Organisasi, 2006 Perilaku
Organisasi, PT Indeks, Kelompok Gramedia.
Sanjaya, S.P, 2007, Pengaruh Persepsi dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Mobil
Daihatzu Xenia, UWM Surabaya.
Schiffman, Leon G. dan Lesli Lazar
Kanuk, 2000, Consumer Behavior, 7th
Edition, Prentice Hall Inc, Upper Saddle River, New Jersey.
Sigit, Soehardi, 2002, Pemasaran Praktis, edisi ketiga,
Yogyakarta, BPFE, Yogyakarta.
Simamora, Henry, 2002 Sumber Daya Manusia, STIE YKPN,
Yogyakarta.
Solomon, Micahel R, Bamossy dan Elnora
W, Askrgaard, 2002, Marketing Real People
Real Choice, 2nd Edition, Prentice Hall Inc, Upper Saddle River,
New Jersey.
Swasta, Basu dan Handoko. T. Hani, 2002,
Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku
konsumen, edisi kedua Liberty, Yogyakarta
DAFTAR PUSTAKA
http://sosiologis.com/rancangan-penelitian
http://203.189.120.189/ejournal/index.php/man/article/view/16790
http://kaptenunismuh.blogspot.com/2013/02/tugas-ke-iii-makalah-rancangan.html
Sanjaya, S.P, 2007,
Pengaruh Persepsi dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Mobil
Daihatzu Xenia, UWM Surabaya.
Swasta, Basu dan Handoko, T. Hani, 2000, Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen, edisi kedua
Liberty, Yogyakarta.
https://www.slideshare.net/chriesnaMenceg/makalah-rancangan-penelitian-research-design-28879315
Pertanyaan dan Jawaban :
Pertanyaan :
1. Dalam penulisan karya ilmiah mana yang didahulukan, menentukan masalah atau menentukan judul ? (Rajiyatno Al-Mubarakoh)
2. Judul pada umumnya ditentukan di awal atau diakhir ketika membuat karya ilmiah/Penelitian ? (Bambang Nurdianto)
Jawaban :
1. Dalam membuat karya ilmiah, judul harus didahulukan, sebab dengan adanya judul kita bisa menjalankan penelitian dari awal ketahap selanjutnya yang disebut sistematis (berurutan) sehingga si pembaca bisa dengan mudah memahami karya ilmiah yang dibuat oleh si peneliti.
2. Judul sebaiknya diawal, karena dengan adanya judul diawal si peneliti bisa mendefinisikan langkah selanjutnya, dari menentukan masalah, tujuan penulisan dan seterusnya. Sehingga si peneliti membuat karya ilmiah sesuai dengan kaidah dalam menyusun karya ilmiah yang dibuatnya.
Komentar
Posting Komentar